Peran Otak Menurut Islam
Peran Otak Menurut Islam. Dalam al-Quran tidak ada lafad yang menunjukkan arti “otak” yang berada di kepala. Sedangkan yang terdapat dalam al-Hadis, otak (daging) yang berada di kepala hanya diterangkan keberadaannya saja, tidak dengan fungsi dan perannya dalam tubuh manusia.
Misalnya dalam hadis sebagai berikut.
Misalnya dalam hadis sebagai berikut.
Dari Abu Sa’id al-Khudriy, sesungguhnya Rasulullah Saw telah bersabda, “Sesungguhnya ahli neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang memakai dua sandal dari api neraka, yang ubun-ubunnya (otaknya) bergolak karena panasnya api tersebut”. (HR Muslim, Kitab al-iman, Bab Ahwanu Ahli al-Nar ‘Adzaban).
Menurut kajian anatomi, otak adalah merupakan sebuah alat pengenalan pola. Melalui panca indera yang utama (Melihat, Mendengar, Menyentuh, Mencium, dan Merasakan), otak menyerap berbagai data yang diterimanya, menyimpannya, dan mengirim balik data-data tersebut berupa respon (tanggapan) ke bagian-bagian tubuh yang lain.
Otak bagian bawah (batang otak) yang berada di dasar tengkorak mengendalikan fungsi-fungsi sederhana yang penting: seperti pernapasan, detak jantung, dan naluri-naluri dasar lainnya. Di atas batang otak ini terdapat otak tingkat dua yang disebut sistem limbik. Ia berperan sebagai penyimpan memori yang berkaitan dengan naluri emosional. Dengan bagian otak ini, seseorang akan mudah mengingat pengalaman-pengalamannya yang melibatkan sisi-sisi emosional. Di atas sistem limbik terdapat dua bagian yang lainnya, yaitu cerebrum dua sisi dan korteks. Cereberum berfungsi untuk menyimpan memori gerak.
Menurut Profesor Marian Diamond, seorang peneliti otak terkemuka dan yang membedah otak Einstein, Mengatakan seberapa kompleksnya fungsi setiap jaringan yang ada di otak dibandingkan dengan penjelasan sederhana mana pun tentang otak kanan dan kiri. Tetapi yang jelas, dia mengisyaratkan bahwa salah satu bagian otak ada yang berfungsi dalam ranah ilmu dan pengetahuan. Salah satu di antaranya adalah lobus frontal yang terletak tepat di belakang kening aktif melakukan perencanaan ke depan dan pengurutan ide-ide. (Gordon & Vos, 1999: 127).
Otak manusia merupakan komponen yang sangat luar biasa, terbentuk dari 1 triliun sel, 100 milyarnya aktif dan 900 milyarnya pendukung. Dengan “processor” inti bernama nukleus, mereka bekerja dengan cara membentuk kaitan yang sangat kompleks satu dengan lainnya, menginterpetasikan sesuatu yang acak menjadi bau, suara, serta rasa hingga menjadi inti kesadaran manusia dalam memaknai hidup.
Namun jika boleh menambahkan, dalam membangun tubuh kita, otak juga memerlukan pendamping yang setara. Nah, inilah sesuatu yang menurut saya juga memiliki kekuatan luar biasa, sehingga manusia bisa disebut sebagai “extraordinary creature” karena memilikinya.
Organ itu bernama jantung (sering diplesetkan dengan istilah hati). Jantung yang juga menjadi pusat dari ketenangan serta fitrah dari manusia yang sebenarnya, pemberi kontribusi yang tidak sedikit hingga manusia mendapati dirinya dalam kemampuan tertinggi yang disebut intuisi. Dalam proses pembentukan bayi, jantung yang terlebih dahulu berdetak sebelum otak manusia terbentuk, organ ini menjadi pemrakarsa utama hidup matinya “sang pemenang”.
Post a Comment for "Peran Otak Menurut Islam"
Post a Comment